Potongan Ayam Berdasarkan Perhitungan Karkas Ayam

potongan ayam
potongan ayam

Menu olahan ayam yang menjadi favorit hampir semua orang adalah ayam goreng. Tidak jarang juga kita temukan restoran dan rumah makan yang menjadikan ayam sebagai menu utama. Pada umumnya, potongan ayam yang menjadi favorit untuk konsumsi adalah bagian dada dan paha ayam karena kedua bagian tersebut mempunyai banyak daging. Namun, ada juga orang yang suka dengan bagian sayap karena teksturnya yang lebih kering untuk dihidangkan sebagai ayam goreng. Kandungan gizi pada perhitungan karkas ayam masing-masing potongan tubuh berbeda-beda. Daging ayam memang merupakan sumber protein, namun bagian yang paling banyak mengandung protein adalah bagian dada. Sedangkan untuk bagian paha dan sayap ayam lebih banyak mengandung lemak.

Selain potongan-potongan ayam tersebut, ayam pun bisa diolah dalam bentuk satu karkas ayam utuh. Biasanya olahan satu ayam utuh ini dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Makanan seperti ayam kodok, ayam ginseng, dan ayam panggang biasanya memakai karkas ayam utuh. Memasak karkas ayam utuh juga butuh waktu yang cukup lama agar daging ayam cukup empuk di seluruh bagian perhitungan karkas ayam. Mengonsumsi ayam dengan cara dikukus atau direbus akan mengurangi kandungan lemak pada ayam sehingga ayam yang dikonsumsi akan lebih sehat. Olahan ayam yang sehat juga harus diperhatikan sejak pemilihan daging ayam sebelum memasak. Karkas ayam yang dipilih harur mempunyai ciri-ciri karkas ayam yang sehat seperti kulit ayam yang bersih dan putih mengilat dan tidak ada memar pada tubuh karkas ayam.

Baca juga : Kualitas Telur Ayam Semakin Baik dari Tahun ke Tahun

Untuk mendapatkan olahan daging ayam yang berkualitas, ayam yang digunakan haruslah ayam yang dirawat dan dipelihara dengan baik pula. Ayam harus berasal dari peternakan yang memiliki proses pengendalian mutu terbaik sehingga ayam benar-benar dijaga kualitasnya hingga perhitungan karkas ayam dilakukan. Tidak hanya dirawat saat ayam akan dipotong, ayam juga harus dirawat dan diperhatikan semenjak proses pembibitan. Ini untuk memastikan ayam benar-benar berasal dari bibit ayam terbaik sehingga benar-benar layak untuk konsumsi. Ayam yang diolah menjadi masakan pun harus ayam yang segar agar ayam tetap bergizi baik saat dikonsumsi. Ayam segar adalah ayam yang baru saja dipotong dan dijadikan karkas, kemudian langsung diolah menjadi sajian masakan.

Umur ayam untuk dijadikan karas pun harus diperhatikan agar perhitungan karkas ayam dapat dilakukan secara tepat. Karkas ayam biasanya diperoleh dari ayam broiler atau ayam pedaging yang dipelihara sampai berumur 4 ÔÇô 5 minggu, dan telah siap panen dengan rata-rata bobot sebesar 1,5 ÔÇô 2 kg. Jika ayam pedaging yang dijadikan karkas kurang umur, bisa jadi bobot karkas yang dihasilkan lebih kecil jika dibandingkan dengan ayam pedaging yang sudah siap potong.

Baca juga : Mengapa Kebersihan Kandang DOC Harus di Jaga?

Selain itu bobot karkas ayam juga dipengaruhi oleh pemberian pakan dan minum saat pemeliharaan ayam pedaging. Pemberian pakan dengan kualitas terbaik dan diberikan secara teratur akan menambah jumlah dan kualitas daging ayam. Untuk mendapatkan perhitungan karkas ayam dengan kualitas daging dan bobot yang terbaik, pemeliharaan ayam pedaging harus dilakukan dengan pengelolaan yang mengedepankan standar pengendalian mutu yang tinggi. Peternakan dengan sistem pengendalian mutu yang ketat akan menghasilkan karkas ayam yang aman, sehat, dan bagian karkasnya tidak cacat. Karkas ayam aman dikonsumsi karena tidak terpapar bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Jika peternakan lalai dalam memelihara dan merawat ayam pedaging, maka daging yang dihasilkan ayam tersebut pun tidak akan berkualitas baik.

Baca juga : Bagaimana Memilih Ayam Potong yang Sehat & Higienis?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.