4 Tips Manajemen Kandang Ayam Broiler yang Tepat

Manajemen Kandang Ayam
Manajemen Kandang Ayam

Kandang ayam broiler memegang peranan penting dalam keberhasilan ternak ayam broiler ini. Tidak hanya bibit ayamnya saja yang harus diperhatikan namun kandangnya pun harus diperhatikan. Anda harus bisa melakukan manajemen kandang dengan baik agar ternak yang dilakukan lebih berhasil. Konstruksi kandang yang baik meskipun hanya sederhana bisa menghasilkan ayam potong broiler yang berkualitas. Berikut ini adalah manajemen kandang ayam broiler yang baik dan tepat:

Baca juga : Ciri-Ciri Memilih Daging Ayam Broiler Segar

Kepadatan Ayam

Sebelum berbisnis atau beternak ayam broiler, Anda harus memperkirakan berapa bibit ayam yang akan Anda pelihara. Jumlah bibit yang akan Anda ternakkan ini berhubungan langsung dengan jumlah kandang yang akan Anda buat. Kandang ayam broiler yang terlalu padat bisa menyebabkan kandang ayam terlalu penuh dan berdesakan. Ayam yang berdesakan akan membuat suasana menjadi pengap dan membuat nafsu makan ayam menjadi menurun. Ukuran kandang atau jumlah kandang harus disesuaikan dengan bibit ayam yang akan Anda ternakkan.

Kepadatan kandang yang ideal adalah minggu pertama ayamnya berjumlah 30 sampai dengan 50 ekor per meter persegi. Pada minggu kedua perkembangan ayam cukup pesat sehingga membuat kepadatan ayam harus dikurangi yaitu sekitar 20 sampai dengan 25 ekor per meter persegi. Pada minggu ketiga kepadatan ayam berubah menjadi 10 sampai dengan 20 ekor.

Bersih

Kandang ayam juga harus bersih. Kenyamanan ayam yang diternakkan akan lebih terjamin jika kandangnya bersih. Meski memiliki potensi yang besar dalam bisnis ayam broiler, kandang ayam yang kotor menjadi tempat untuk perkembangan virus dan bakteri. Bibit ayam tersebut akan mudah terkena virus atau bakteri jika kandang ayamnya tidak dibersihkan terutama di masa-masa rentan 14 hari pertama. Bersihkan kandang dari kotoran ayam selama dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari. Sebanyak satu minggu sekali Anda bisa membersihkan kandang ayam secara keseluruhan kemudian semprot kandang ayam tersebut menggunakan desinfektan.

Baca juga : Kesuksesan Peternak Ayam Broiler Hasilkan Kualitas Daging Terbaik

Praktis

Untuk bisa melakukan manajemen pada kandang ayam sebaiknya Anda membuat kandang ayam yang praktis. Maksudnya praktis di sini adalah ayam peliharaan Anda bisa menjangkau tempat makan dan minumnya dengan jarak kurang dari 4 meter. Tempat makan dan minum itu berada di dalam kandang. Periksa secara rutin tempat makan dan minum ayam tersebut sebanyak dua kali dalam sehari. Tempat makan atau minum yang kotor harus dibersihkan agar ayam terhindar dari penyakit pencernaan.

Hindari Kandang yang Lembap

Tidak hanya manusia saja yang tidak suka dengan cuaca atau tempat yang lembap, ayam pun tidak menyukai kandang yang lembap. Penyebab kandang yang lembap adalah di dalam kandang tersebut sirkulasi udara tidak lancar dan sinar matahari tidak bisa masuk ke dalam kandang.

Pentingnya Manajemen Kandang Ayam Broiler yang Baik

Ketika akan berbisnis ayam potong atau ayam ternak, kebanyakan hanya memikirkan bibit ayam apa yang cocok untuk di kembang biakkan. Sedangkan urusan kandang ayam broiler ini menjadi poin sekian yang dipikirkan. Padahal manajemen pembuatan kandang ayam sangat dibutuhkan dalam ternak ayam ini. Keberhasilan ternak ayam potong juga tergantung dengan kandangnya. Jika manajemen kandang ayam tidak sesuai, unggas tersebut akan mati akibat kesalahan teknis yang Anda lakukan. Kesalahan manajemen yang sering dilakukan adalah peternak ayam ingin memelihara bibit ayam yang banyak di kandang yang sempit. Padahal ukuran dan luas kandang harus disesuaikan dengan jumlah bibit ayam yang akan diternakkan. Padatnya ayam di dalam kandang membuat suhu terlalu tinggi dan ayam akan saling berdesakan.

Baca juga : Daging Ayam Broiler Terbaik untuk Kesehatan Tubuh

Demikianlah beberapa tips manajemen kandang ayam broiler yang baik dan benar, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *