Panduan Sederhana Mengenai Pemeliharaan DOC Ayam Kampung

Pemeliharaan DOC ayam kampung
Pemeliharaan DOC ayam kampung

Pemeliharaan anak ayam kampung atau dalam dunia peternakan disebut Day Old Chicken (DOC Ayam Kampung) dimulai semenjak hari pertama penetasan hingga seminggu setelah anak ayam menetas. Periode pemeliharaan ini biasanya dianggap sebagai fase pertama dalam pemeliharaan DOC ayam kampung. Fase ini adalah fase yang menentukan kelanjutan hidup DOC menjadi ayam kampung dewasa. Oleh karena itulah fase ini dianggap sebagai fase kritis karena jika gagal dalam fase ini, DOC ayam kampung bisa tidak mencapai bobot standar sampai kematian akibat serangan penyakit akibat virus. Untuk memperkecil kemungkinan tersebut, DOC ayam kampung bisa dikandangkan dalam induk buatan atau box DOC. Box DOC ini bertugas seakan-akan sebagai induk DOC ayam kampung yang sebenarnya sehingga box ini dikondisikan dengan ruangan yang hangat, kering, dan cukup sirkulasi. Dengan adanya box DOC ini diharapkan DOC ayam kampung bisa terlindungi dari udara dingin dan lingkungan sekitar dengan kelembapan tinggi.

Suhu udara di dalam box DOC pun harus sangat dijaga kehangatannya dan harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan box DOC. Jika terjadi ketidakseimbangan suhu di dalam box DOC, biasanya DOC ayam kampung akan berkumpul di sudut box DOC yang bersuhu hangat dan ini biasanya akan terjadi penumpukan DOC ayam kampung dan bisa mengakibatkan kematian karena area hangat yang terlalu padat.

Baca juga : Kesuksesan Peternak Ayam Broiler Hasilkan Kualitas Daging Terbaik

Selain suhu dan kondisi kandang dengan pengaturan yang tepat, pemeliharaan DOC ayam kampung juga perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini agar DOC ayam kampung terpelihara dengan baik.

  1. DOC ayam kampung yang baru saja menetas membutuhkan ruang yang hangat, oleh karena itu ruang atau kandang DOC ayam kampung haruslah ruang yang rapat. DOC ayamkampung sebaiknya dipisahkan dari induknya untuk menghindari penularan penyakit yang dibawa oleh ayam kampung dewasa. Lubang udara dengan pengaturan yang baik juga perlu diperhatikan agar DOC ayam kampung bisa menghirup udara segar di dalam kandang.
  2. Selain pemberian pakan dan pemeliharaan kebersihan kandang, DOC ayam kampung juga butuh vaksin untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Vaksin bisa diberikan kepada DOC ayam kampung yang sehat untuk mencegah penyakit tetelo dan flu burung. Vaksin untuk DOC ayam kampung bisa dicampurkan pada pakan ternak atau cairan tetes mata dan mulut. Pemberian vaksin ini bisa diberikan pada DOC ayam kampung yang sudah berumur 4 hari, 4 minggu, dan 4 bulan.
  3. Berikan pakan yang bertekstur halus untuk DOC ayam kampung yang baru berumur 1 ÔÇô 7 hari. ini karena pada usia tersebut, DOC ayam kampung belum bisa mengonsumsi pakan yang kasar. Pemberian pakan yang kasar malah akan menggangu pencernaan DOC ayam kampung.
  4. Kepadatan kandang juga harus selalu diperhatikan. Kandang yang terlalu padat akan membuat sirkulasi udara di dalam kandang kurang baik sehingga ayam pun sulit untuk mendapatkan udara segar. Kepadatan DOC ayam kampung pada kandang juga bisa menyebabkan ayam saling serang dan akhirnya menyebabkan kematian.
  5. Pemberian vaksin juga diperlukan agar kesehatan DOC ayam kampung tetap terjaga. Vaksin untuk DOC ayam kampung bisa berbentuk obat, pemberian vitamin dan mineral.

Pemeliharaan DOC ayam kampung yang baik dan benar akan menghasilkan ayam kampung terbaik yang daging dan telurnya bisa dimanfaatkan untuk manusia. Biasanya daging dan telur ayam kampung banyak dikonsumsi oleh manusia seperti daging ayam kampung yang dapat diolah menjadi masakan, serta telur ayam kampung yang mempunyai khasiat untuk kesehatan.

Baca juga : Cara Membedakan Daging Ternak Ayam Broiler Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.