5 Plus Minus Bisnis Ayam Layer yang Patut Diperhatikan

Plus Minus Bisnis Ayam

Ayam layer termasuk dalam ras petelur. Semakin berkualitas telur ayam tersebut maka banyak peminatnya. Setiap bisnis peternakan ayam memiliki risikonya masing-masing. Oleh sebab itu sebelum menggeluti bisnis peternakan penting bagi Anda untuk mengetahui nilai plus dan minusnya. Hal tersebut akan membuat mental Anda lebih siap dalam menghadapi berbagai macam risiko yang bisa menyerang bisnis Anda kapan saja.

Plus Minus Bisnis Ternak Ayam Layer

Setiap bisnis memiliki plus minusnya masing-masing, sehingga tidak ada bisnis yang tanpa risiko. Justru risiko tersebutlah yang membuat jiwa pebisnis Anda menjadi lebih tertantang dan mendapatkan pengalaman baru dalam berbisnis. Bagi Anda yang ingin menggeluti bisnis peternakan ayam petelur atau layer, simak nilai plus minusnya berikut ini:

Banyak Dibutuhkan

Nilai plus dari ayam layer ini adalah banyak dibutuhkan. Saat-saat tertentu harga telur ini akan menjadi meningkat dengan tajam terutama saat hari raya idul fitri dimana produksi kue basah maupun kue kering menjadi meningkat dengan tajam.

Harga yang Fluktuatif

Harga telur yang fluktuatif bisa menjadi nilai minus dari peternakan ayam. Pada hari biasa harganya menjadi anjlok. Anda harus siap dengan hal ini yang mana biasa terjadi pada peternakan ayam, tidak hanya petelur saja namun broiler pun mengalami hal serupa. Harga daging dan telur ayam sangat fluktuatif yang bisa meningkat dan menurun dengan cepat.

Baca juga : 5 Manajemen Pemeliharaan Ayam Layer yang Benar

Kurang Produktif

Nilai minus dari peternakan ayam jenis layer adalah kurang produktif. Jika pemeliharaannya kurang bagus ayam tersebut akan kurang produktif. Pakan dan kandang adalah poin penting dalam beternak ayam layer ini, sehingga jika kedua poin tersebut tidak sesuai dengan standar akibatnya ayam petelur tidak akan produktif.

Mudah Dipasarkan

Nilai plus dari peternakan ayam petelur ini adalah pasarnya yang luas. Jika telur yang dihasilkan berkualitas bukan Anda yang memasarkan telur tersebut, namun justru konsumen yang akan meminta telur di peternakan Anda. Mudah atau tidaknya memasarkan telur tersebut tergantung dengan kualitasnya, sehingga penting bagi Anda untuk tahu bagaimana membuat ayam petelur atau layer menjadi produktif dan menghasilkan telur yang berkualitas.

Penyebab Kegagalan Ternak Ayam Layer

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ternak ayam ini menjadi gagal. Sebagai pebisnis tentunya kegagalan tersebut harus Anda hindari sebisa mungkin.  Berikut ini adalah beberapa penyebab kegagalan ternak ayam jenis layer yang harus dihindari:

Manajemen yang Kurang Bagus

Setiap bisnis membutuhkan manajemen yang bagus, begitu pula dengan bisnis ayam petelur ini. Manajemen yang kurang bagus akan menyebabkan kegagalan bisnis. Kegagalan bisnis dimulai dari tidak produktifnya ayam, kematian yang tinggi dan banyaknya penyakit yang menyerang ayam.

Baca juga : 5 Cara Agar Ayam Layer Semakin Produktif

Kesehatan Ayam Tidak Terjaga

Penyebab kegagalan selanjutnya adalah kesehatan ayam tidak dijaga dengan baik. Ada beberapa cara yang bisa menyebabkan ayam menjadi sehat yaitu pemberian vaksin dan vitamin. Tidak teratur dalam memberikan vaksin dan vitamin bisa membuat ayam menjadi penyakitan.

Demikianlah beberapa nilai plus minus bisnis ayam layer yang patut Anda ketahui, semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *