4 Penyebab DOC Ayam Kampung Cepat Mati

Merawat DOC tidak mudah, dan keberhasilan ternak ayam sangat dipengaruhi oleh DOC tersebut.  DOC adalah anak ayam yang baru saja ditetaskan, sehingga kekebalan tubuhnya masih sangat rentan. Jika tidak bisa merawat DOC dengan baik bisa menyebabkan hasil peternakan kurang bagus. Oleh sebab itu penting sekali untuk memperhatikan kesehatan DOC ini tujuannya agar bisa lebih produktif baik dalam menghasilkan daging atau telur. Penting untuk mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan DOC mengalami kematian dan yang bisa membuatnya lebih sehat. Yang akan dibahas kali ini adalah DOC dari ayam kampung. Ayam kampung adalah jenis ayam yang memiliki kekebalan tubuh paling bagus dibandingkan dengan yang lainnya. Ketika akan beternak DOC ayam kampung, hindari beberapa hal berikut ini agar DOC tidak cepat mati:

Menempatkan DOC di Tempat Terbuka

Salah satu penyebab DOC menjadi cepat mati adalah diletakkan di tempat yang salah. DOC ayam tersebut tidak bisa tinggal di tempat yang terbuka terutama di malam hari. Bahkan siang hari pun ventilasi untuk kandang DOC tersebut tidak boleh terlalu banyak sebab kekebalan terhadap suhu dingin belum terlalu bagus. DOC harus selalu berada di dalam tempat yang hangat dan terpisah dari ayam dewasa. Ketika dicampurkan dengan ayam dewasa akan terjadi kanibalisme dimana ayam dewasa  tidak segan melukai DOC tersebut dengan paruhnya.

Baca juga : 6 Cara Membuat Kandang Doc yang Baik dan Benar

Salah dalam Mengatur Brooder

Brooder adalah alat yang berguna untuk membantu menghangatkan suhu kandang. Nantinya DOC terbantu berkat alat tersebut karena bisa mengatur suhu tubuhnya lebih hangat. Tugas peternak adalah selalu memantau kinerja alat tersebut sehingga dalam suhu udara kritis pun suhu ayam di dalam kandang tetap hangat. Untuk mengetahui kinerja alat tersebut bisa melihatnya dari penyebaran DOC tersebut. Jika DOC tidak saling berdempetan dan menyebar secara merata maka suhu sudah cukup hangat, namun jika bergerombol di bawah brooder itu tandanya suhu masih kurang hangat. Tidak hanya itu saja jika ayam bergerombol menjauhi brooder bisa dipastikan bahwa suhu terlalu panas. Jika belum tahu bagaimana mengatur brooder, bisa bertanya kepada si penjual alat tersebut.

Infeksi

Meski memiliki kekebalan tubuh yang lebih bagus dibandingkan dengan ayam jenis lainnya, namun DOC ayam kampung ini mudah terkena infeksi. Infeksi tersebut disebabkan oleh lingkungan kandang yang tidak cukup baik sehingga mikroorganisme muncul dan menyerang ayam. Jika ada satu DOC yang sudah terinfeksi maka yang lainnya akan mudah terkena infeksi sebab penyebarannya yang cukup mudah. Gejala yang timbul ketika ayam terkena infeksi adalah demam, lesu, dan lemas. Selain itu ayam menjadi tidak nafsu untuk makan dan minum, berat badan ayam pun menjadi menurun dengan drastis. Ciri yang paling menonjol jika terkena infeksi DOC tersebut akan terus berdiam diri dan malas untuk bergerak.

Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan menjaga sanitasi lingkungan kandang yang baik. Jika ada DOC yang sudah terinfeksi sebaiknya dipisahkan dari yang lainnya agar infeksi tersebut tidak menyebar. Selain itu pada pagi hari jemur DOC di bawah sinar matahari agar suhu tubuh menjadi hangat.

Dehidrasi

Penyebab kematian selanjutnya adalah DOC kekurangan cairan. Dehidrasi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal salah satunya adalah tata letak penetasan yang kurang baik yang mana mesin terlalu tinggi dan kelembapan udara rendah. Untuk mengatasinya bisa dengan memperhatikan suhu dan kelembapan di mesin tersebut.

Baca juga : 3 Cara Mendapatkan DOC Ayam Petelur dan Perawatannya

Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan DOC ayam kampung mengalami kematian, semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *