2 Pengertian Karkas Ayam dan Kriterianya yang Baik

Cara Menyimpan Karkas Ayam

 

Banyak yang menjumpai bentuk daging karkas, namun sedikit yang mengetahui apa itu karkas ayam.  Tips berbisnis yang jitu adalah menguasai produk yang dijual sehingga mampu meyakinkan konsumen bahwa produk yang dijual benar-benar berkualitas dan bermanfaat begitu pula dengan bisnis karkas ayam ini.

Untuk bisa menjual daging karkas dengan baik, Anda harus bisa menjelaskan apa itu daging karkas ayam. Dengan begitu konsumen akan yakin dengan Anda karena bisa menjelaskan produk dengan baik. Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah pengertian karkas ayam, barulah setelah Anda memahaminya dengan baik bisa mempelajari yang lainnya seperti pemotongan karkas ayam, cara menjalankan bisnis karkas dengan efisien dan lain-lain.

Baca juga : 6 Ciri Karkas Ayam Berkualitas Menurut Ayamkita.com

Apa itu Karkas Ayam?

Saat ada konsumen yang menanyakan tentang pengertian karkas ayam, Anda bisa menjawabnya dengan daging ayam utuh dan belum di potong-potong. Daging tersebut mirip dengan daging ingkung yang berbeda adalah bagian kepala dan cekernya yang dihilangkan. Jika ayam ingkung hanya jeroannya saja yang dihilangkan namun daging karkas ini dihilangkan bagian kepalanya, cekernya, ususnya dan jeroannya terutama di bagian paru, ampela dan hati. Daging karkas ayam juga dihilangkan bulunya sehingga beratnya akan banyak menyusut dibandingkan dengan ayam hidup. Banyak ibu rumah tangga yang memilih untuk menggunakan daging karkas ini sebab bisa digunakan untuk beberapa kali memasak sehingga tidak perlu untuk bolak balik ke  pasar untuk membeli daging.

Pengertian Karkas Ayam Menurut Ahli

Ada beberapa ahli yang mengamati tentang karkas ayam ini. Ahli tersebut mengungkapkan bahwa karkas adalah bagian dari unggas yang mana sudah tidak ada darahnya, bulu, tanpa kepala, tanpa kaki, tanpa leher dan juga organ dalam. Selain itu karkas dipengaruhi dengan lemak abdominal yang mana didapatkan dari energi maupun protein yang diberikan pada ransum makanan. Semakin  banyak asupan energi dan protein yang diberikan maka semakin tinggi lemak tubuh yang akan dihasilkan. Jika energi dan protein yang diberikan rendah maka lemak pun akan menjadi rendah.

Baca juga : 7 Tips Bisnis Karkas Ayam Agar Mendapat Profit Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *