6 Ciri Karkas Ayam Berkualitas Menurut Ayamkita.com

Ciri Karkas Ayam Berkualitas

Karkas ayam sering menjadi pilihan ibu rumah tangga. Hal itu dikarenakan penyimpanannya lebih mudah. Ayam dalam bentuk karkas bisa dengan mudah dijumpai di mall atau di pasar tradisional. Biasanya jika membeli di mall, karkas tersebut dalam bentuk frozen sedangkan di pasar tradisional bentuknya masih segar. Sebenarnya frozen atau segar kandungan gizinya akan tetap sama jika dipotong dari ayam yang berkualitas. Karkas daging broiler tidak membutuhkan pengolahan yang lama agar teksturnya tidak over cook, berbeda dengan ayam kampung dimana pengolahannya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan broiler karena teksturnya yang lebih alot. Baik itu karkas broiler maupun ayam kampung akan sama-sama menghasilkan olahan yang lezat jika dagingnya berkualitas baik. Simak cara memilih daging karkas ayam berkualitas baik berikut ini:

Daging Tidak Mengandung Air

Ciri karkas yang baik adalah daging tidak mengandung banyak air. Anda bisa menekan daging karkas tersebut, jika melalui pori-porinya keluar banyak air maka bisa dipastikan bahwa sebelum disembelih ayam tersebut diberikan banyak air. Memang daging ayam, ikan maupun daging yang lainnya mengandung air namun tidak dalam jumlah yang berlebihan, sehingga ketika digoreng akan meletup-letup. Jika banyak air maka pembeli akan dirugikan sebab berat ayam tersebut tidak normal.

Baca juga : Perhitungan Karkas Ayam Broiler Menurut Faktor Tertentu

Kulit Mulus dan Mengkilap

Ciri daging karkas dalam kondisi bagus adalah kulitnya mulus dan juga mengkilap. Kulit tersebut juga masih kenyal dan seratnya tidak rusak. Daging karkas yang sudah busuk seratnya akan mudah sekali hancur sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Ayam yang menyimpan air terlalu banyak pun seratnya akan rusak sehingga kulitnya banyak yang sudah hancur atau tidak berbentuk.

Karkas Bau Daging Pada Umumnya

Ciri daging karkas ayam yang masih segar baunya seperti daging segar pada umumnya. Jika daging tersebut tidak berbau sama sekali, atau berbau anyir maka kondisinya sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Bisa jadi karkas tersebut adalah ayam tiren  dan sudah diberikan pengawet berbahaya.

Tidak Ada Memar

Daging karkas ayam yang masih dalam kondisi bagus akan mulus dan tidak ada memar di permukaan kulitnya. Memar adalah salah satu indikasi jika ayam tersebut mati dengan cara yang tidak normal. Penyebab memar adalah adanya pembekuan darah di dalam pembuluh darah ayam, biasanya disebabkan dengan pukulan benda keras. Oleh sebab itu ayam yang dipukul atau tertabrak kendaraan bermotor akan ada bagian tubuhnya yang mengalami memar.

Baca juga : Cara Memilih dan Menyimpan Karkas Ayam dengan Benar

Tulang yang Kokoh

Daging karkas yang masih segar tulangnya masih kokoh. Ayam yang dipukul dan mengalami tabrakan benda keras akan mengalami kerusakan pada tulangnya. Oleh sebab itu telitilah dalam membeli daging karkas ini, jangan hanya dagingnya yang diteliti namun tulangnya pun harus diteliti. Untuk mengecek tulang ini bisa diketahui dari bentuk daging tersebut, jika ada bagian daging yang bentuknya tidak normal maka salah satu penyebabnya adalah struktur tulang yang rusak atau berubah.

Warna

Daging karkas yang masih segar memiliki warna putih agak kekuningan, jika daging karkas berwarna putih pucat dan teksturnya begitu kenyal maka daging tersebut sudah diberikan pengawet berbahaya. Sedangkan daging tiren memiliki warna kehitaman, meski sudah diberikan pengawet warna daging tersebut tidak akan berubah. Akan sulit dibedakan jika daging tiren tersebut sudah diolah menjadi makanan karena warnanya akan mirip dengan daging yang masih segar.

Baca juga : 5 Tips Memilih Karkas Ayam Murah & Segar

Agar bisa mendapatkan olahan yang sehat dengan cita rasa lezat, Anda harus memilih daging karkas yang masih segar. Untuk menghindari daging dengan kualitas buruk, Anda harus tahu seperti ciri-ciri daging karkas ayam yang segar dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *