3 Cara Mendeteksi Ayam Layer Betina Secara Akurat

Mendeteksi Ayam Layer Betina

Ayam layer betina bisa bertelur sedangkan yang jantan tidak bisa. Membicarakan antara ayam jantan dan betina ini antara hidup dan mati, sebab banyak yang memilih untuk membunuh atau menggagalkan DOC ayam layer jantan karena hanya betinalah yang banyak dibutuhkan. Sebelum teknologi berkembang pesat seperti saat ini DOC ayam jantan banyak yang dibunuh dikarenakan dirasa tidak ada gunanya untuk peternakan. Khusus untuk ayam petelur ini ayam jantan tidak banyak diinginkan. Menggemukkan ayam layer jenis jantan pun dianggap kurang menguntungkan dikarenakan dagingnya yang hanya sedikit. Solusi kala itu begitu mengerikan dimana ayam layer jenis jantan setelah ditetaskan akan segera dimusnahkan. Berbeda dengan teknologi saat ini dimana jenis kelamin sudah bisa diketahui sejak masih berwujud telur sehingga peternak bisa tahu mana telur yang bisa ditetaskan.

Cara Mendeteksi Ayam Layer Betina

Berikut adalah cara mendeteksinya mana ayam jantan dan mana yang betina:

Embrio

Meski di dalam cangkang telur, peternak sudah bisa tahu mana ayam layer jantan dan mana betina. Peternak akan mengetahuinya dari embrionya. Embrio jantan dengan betina ini berbeda. Dari dalam telur tersebut akan diambil cairan di tempat yang tepat. Cairan tersebutlah yang akan diteliti. Jika jenis kelaminnya adalah betina maka akan mengandung hormon betina namun jika jantan maka akan terdeteksi hormon jantan. Jantan dan betina memiliki hormon yang berbeda sehingga cara membedakan jenis kelamin dengan cara ini begitu tepat.

Baca juga : 5 Plus Minus Bisnis Ayam Layer yang Patut Diperhatikan

Melihat Kelamin Ayam

Jika untuk mendeteksi embrio susah, maka ada cara lain untuk bisa mendeteksi ayam layer betina. Untuk membedakan mana ayam layer berjenis kelamin betina bisa dengan melihat langsung kelaminnya. Peternak bisa melihat di bagian anus atau kloaka atau dubur. Jika di duburnya ada titik kecil yang menonjol maka ayam tersebut jantan, sedangkan jika bulat maka ayam tersebut berjenis kelamin betina. Untuk hasil efektif sebaiknya peternak melakukannya saat siang hari di tempat yang terang.  Semakin dini usia anak ayam maka semakin bagus untuk dilakukan karena jika semakin tua semakin sulit untuk mendeteksinya.

Bulu

Mendeteksi ayam layer betina bisa dari bulunya. Bulu ini terlihat pada bagian sayap anak ayam. Anak ayam ini belum memiliki bulu yang sempurna. Untuk mendeteksi jenis kelamin anak ayam ini bisa dengan melihat bulu pada bagian sayap ayam. Pada bagian sayap ayam terdapat dua jenis bulu yaitu bulu atas atau bulu bawah. Perbedaan betina atau jantan terlihat pada bagian bulu sayap bawah dimana ayam layer dengan jenis kelamin betina memiliki bulu sayap bagian bawah lebih panjang dibandingkan dengan yang jantan.

Baca juga : 6 Tips Pemberian Pakan Ayam Layer yang Tepat

Ayam Layer Betina Bisa Bertelur Tanpa Pejantan

Yang membuat ayam layer betina tidak membutuhkan ayam jantan dikarenakan mereka bisa bertelur meskipun tanpa si pejantan.  Memang untuk terjadi pembuahan harus ada si jantan dan juga betina. Sebelum ayam layer menetas sudah memiliki ribuan sel telur muda di dalam tubuhnya. Meski tidak ada sel jantan sel telur yang dimiliki oleh betina tersebut akan tetap dilapisi kerabang atau cangkang telur. Namun ketika telur tersebut berhasil dikeluarkan telur tidak akan menetas karena tidak terjadi pembuahan dan tanpa ada bibit di dalamnya. Oleh sebab itulah mengapa ayam petelur betina tetap akan bisa bertelur meski tidak ada ayam jantan yang mengawininya.

Ayam petelur betina maupun jantan tetap memiliki keistimewaan masing-masing. Meski banyak yang mengungkapkan ayam jantan tidak bermanfaat, namun keberadaannya tetap dibutuhkan oleh ayam petelur betina. Hal itu dikarenakan ayam layer betina membutuhkan telur dengan bibit untuk bisa menciptakan DOC ayam petelur baru.

Baca juga : 7 Kriteria Kandang Ayam Layer yang Ideal Agar Aktif Produktivitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *