6 Faktor Penyebab Perhitungan Daging Karkas Ayam Berubah

Perhitungan Daging Karkas

Ayam karkas dengan ayam hidup memiliki perhitungan yang berbeda, sehingga penting sekali bagi peternak untuk mengetahui bobot ayam sebelum dipotong dan yang sudah di jadikan ayam karkas. Biasanya pemula sering heran mengapa persentase karkas tersebut menjadi berkurang atau tidak sesuai dengan ekspektasinya. Ayam yang organ dalamnya masih, ceker dan kepalanya menempel serta bulunya masih menempel beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Jika dijadikan karkas maka berat tersebut bisa berkurang dikarenakan organ dalam seperti usus, hati dan ampela telah dijual secara terpisah, begitu pula dengan ceker dan kepalanya. Sehingga bagian karkas yang masih utuh adalah sayap kanan dan kiri, paha atas dan bawah kanan kiri, dada kanan kiri dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan daging karkas ayam yang harus Anda ketahui:

Jenis Kelamin

Hal pertama yang berpengaruh terhadap perhitungan daging karkas ayam adalah jenis kelamin. Sudah bukan rahasia umum lagi jika karkas ayam dengan jenis kelamin jantan lebih berat dibandingkan dengan yang betina. Faktor yang menyebabkan karkas ayam dengan jenis kelamin jantan ini lebih besar dibandingkan dengan yang betina dikarenakan bagian paha, sayap, betis dan dada mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh ayam betina pada bagian tersebut melambat sehingga berat badannya pun tidak berubah seperti dengan yang jantan.

Baca juga : Istilah Potongan Karkas Ayam dan Cara Pengolahan Yang Benar

Pakan dan Air

Yang berpengaruh terhadap perhitungan selanjutnya adalah pakan dan juga air. Selama di peternakan ayam tersebut akan mengonsumsi pakan dan juga air. Semakin banyak mengonsumsi pakan dan juga air selama di peternakan akan membuat karkas ayam berbobot rendah. Air dan pakan tersebut akan berada di saluran pencernaan dan menyebabkan nilai karkas menjadi berkurang. Ayam yang terlihat gemuk tidak selamanya berisi daging namun bisa berisi air dan pakan.

Kulit

Penyebab perhitungan daging karkas menjadi berat adalah kulit yang tebal dan cukup banyak. Mengapa kulit tebal ini bisa menyebabkan nilai karkas bertambah?, alasannya adalah ketika daging karkas tersebut dijual di pasaran kulitnya tidak akan dihilangkan. Sehingga akan dijual bersama dengan kulitnya. Berbeda jika yang dijual tanpa kulit maka daging karkas tersebut beratnya akan berkurang. Di dalam kulit tersebut akan terdapat lapisan lemak yang tebal. Secara langsung lemak tersebut akan berpengaruh terhadap  perhitungan daging karkas.

Baca juga : 4 Cara Budidaya Ayam Broiler Khusus Pemula

Tulang

Yang menyebabkan perhitungan daging karkas berbeda adalah bagian tulangnya. Tulang ayam akan membuat perhitungan karkas menjadi lebih berat berbeda dengan yang tanpa tulang. Umumnya ayam fillet akan memiliki berat yang lebih rendah dibandingkan dengan daging dengan tulang.  Daging karkas yang mengandung banyak tulang adalah bagian punggung, leher dan juga sayap.

Jeroan

Ayam yang masih dengan jeroan akan memiliki persentase yang lebih berat dibandingkan yang tanpa jeroan. Hal itu dikarenakan jeroan menyumbang bobot ayam sebesar 7% sehingga jika hati, jantung, ampela dan ususnya dihilangkan berat karkas akan menjadi berkurang.

Umur Ayam

Faktor selanjutnya adalah umur ayam. Ayam yang dipotong dini akan memiliki daging yang lebih rendah dibandingkan dengan yang dipotong cukup umur. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk peternak ayam khususnya broiler untuk memotong cukup umur. Jangan terlalu tua dan muda. Jika terlalu tua daging ayam akan menjadi alot sedangkan terlalu muda akan membuat daging ayam berbobot rendah.

Jangan heran ketika ditimbang, ayam yang masih utuh dengan daging karkas memiliki perhitungan yang berbeda. Oleh sebab itu Anda harus mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perhitungan karkas ayam menjadi berubah.

Baca juga : 5 Hambatan Berternak Ayam Petelur Di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *