3 Perbedaan Ayam Layer dan Ayam Broiler Dilihat dari Cara Pemeliharaannya

ayam broiler dan layer

Berdasakan tujuan pemeliharaannya, ayam broiler atau potong dipelihara untuk diambil dagingnya. Sementara itu, pemeliharaan ayam petelur atau layer bertujuan untuk dimanfaatkan telurnya. Kedua orientasi tujuan ini tentu akan menghadirkan cara pemeliharaan yang berbeda antara ayam layer dan broiler.

Apabila Anda berencana untuk mulai beternak ayam layer atau broiler, maka harus diketahui dulu bagaimana cara pemeliharaannya secara baik dan benar. Pada dasarnya, terdapat tiga perbedaan signifikan dalam pemeliraan ayam layer dan broiler. Perbedaan ayam layer dan ayam broiler ditinjau dari segi cara pemeliharaannya diuraikan sebagai berikut:

Cara Pemeliharaan Ayam Layer

  1. Periksa kesehatan ayam setiap hari

Anda harus memeriksa kondisi kesehatan ayam petelur atau layer secara rutin setiap hari. Pada saat memeriksa pastikan juga Anda melakukan aktivitas meliputi pemberian makan, mengisi minum dan juga mengumpulkan telur. Lakukan juga observasi untuk memastikan bahwa ayam layer dalam keadaan sehat.

Ada beberapa tanda-tanda memburuknya kesehatan ayam yang wajib segera Anda tindak lanjuti. Tanda-tanda tersebut diantaranya adalah ayam seperti terengah-engah, matanya terlihat berkabut, hilang kewaspadaan dan terdapat kebotakan. Tidak hanya itu, Anda juga harus segera bertindak apabila ayam layer mengalami penurunan produksi telur, hilang nafsu makan dan juga minum.

  1. Sediakan air sepanjang waktu untuk ayam

Perbedaan ayam layer dan ayam broiler dari segi pemeliharaan dapat dilihat dari konsumsi airnya. Ketika memelihara ayam layer, maka Anda wajib memastikan ketersediaan air minum sepanjang waktu. Idealnya, Anda harus menyediakan 1 galon air untuk 3-4 ayam layer. Jadi, semakin banyak ayam petelur yang Anda miliki maka persediaan airnya juga harus disesuaikan dengan jumlahnya. Tidak hanya sekedar mengisi air, Anda juga harus menjaga kebersihan tempat minum ayam untuk mencegah tumbuhnya bakteri.

  1. Mengumpulkan telur setiap hari

Dalam kondisi tidak stress seekor ayam layer mampu menghasilkan satu telur setiap harinya. Anda bisa mengumpulkan telur-telur tersebut pada waktu pagi maupun siang hari. Tujuannya adalah agar telur yang Anda peroleh masih dalam kondisi segar. Akan tetapi, apabila kondisi cuaca panas maka proses pengumpulan telur sebaiknya Anda lakukan dua kali sehari.

Saat melakukan proses pengumpulan telur, Anda dapat memisahkan ayam ke dalam keranjang atau kotak container. Hal ini perlu Anda lakukan agar ayam layer tidak mengalami stress pada saat dilakukannya pengumpulan telur. Kemudian, apabila telur yang Anda kumpulkan pecah maka segera bersihkan bekasnya agar kandang tetap bersih.

Baca Juga : Plus Minus Ternak Ayam Petelur tanpa Kandang

Cara Pemeliharaan Ayam Broiler

  1. Tambahkan lampu pada kandang

Mungkin beberapa dari Anda belum mengetahui bahwa ayam merupakan hewan yang rabun senja termasuk jenis pedaging atau broiler. Dengan demikian, Anda harus menambahkan lampu untuk membantu penglihatan ayam broiler pada malam hari. Tujuannya tentu saja agar ayam broiler tidak dimangsa oleh hewan seperti ular dan tikus. Selain itu, lampu juga berfungsi untuk menjaga tubuh ayam agar tetap hangat.

  1. Tambahkan brooder

Perbedaan ayam layer dan ayam broiler yang berikutnya terletak pada perlu tidaknya penggunaan brooder. Lampu memang bisa menjaga tubuh ayam tetap hangat. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika Anda melengkapi kandang dengan brooder. Anda dapat mengatur suhu kandang melalui brooder agar tidak terlalu dingin maupun panas. Fungsi brooder dalam memelihara ayam broiler akan sangat terasa ketika musim hujan tiba. Keberadaan brooder jelas membuat ayam tetap hangat sehingga terhindar dari berbagai resiko serangan penyakit.

  1. Melakukan vaksinasi

Pemeliharaan ayam broiler harus disertai dengan vaksinasi. Vaksinasi ini biasanya dilakukan dalam dua periode yaitu ketika ayam broiler berumur 4-5 hari dan saat memasuki usia 21 hari. Jenis vaksin yang diberikan umumnya adalah tetelo, ND strain B1 dan ND Lassota. Tujuan pemberian vaksin adalah agar pertumbuhan ayam potong lebih maksimal dan terhindar dari berbagai penyakit.

Itulah perbedaan ayam layer dan ayam broiler dilihat dari segi cara pemeliharaannya. Jadi, meski sama-sama jenis unggas tapi pemeliharaan keduanya harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Perbedaan cara pemeliharaan ini tidak terlepas dari orientasi hasil dari ayam layer dan broiler. Ayam layer dipelihara untuk diambil telurnya. Sebaliknya, pemeliharaan ayam broiler dilakukan untuk diambil dagingnya.

Baca Juga : 5 Pencegahan Penyakit Ayam Broiler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *