7 Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan yang Dijamin Profit

ayam petelur rumahan

Beternak ayam tidak harus di lahan yang luas, bahkan rumah sendiri pun bisa dijadikan sebagai lokasi peternakan. Beternak di rumah disebut dengan skala rumahan sedangkan beternak di lahan yang luas dengan jumlah ayam yang banyak disebut dengan skala industri. Skala rumahan ini sangat cocok bagi peternak pemula karena jika gagal tidak banyak kerugian yang ditanggung. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif.

Cara beternak ayam petelur skala rumahan berbeda dengan yang skala industri. Kesalahan dalam melakukan cara ternak tersebut akan membuat biaya operasional tidak tercukupi dengan pemasukan. Oleh sebab itu untuk mendapatkan profit, simak cara ternak ayam petelur rumahan yang baik dan benar berikut ini:

Siapkan Lokasi

Agar bisa tenang dan nyaman dalam beternak, penting bagi Anda untuk memilih lokasi rumah yang cocok untuk dijadikan lahan ternak. Lokasi yang paling cocok untuk beternak ayam adalah di halaman belakang rumah. Jika Anda tinggal di pedesaan yang halaman rumahnya masih luas bisa memanfaatkan halaman tersebut untuk beternak ayam.

Baca Juga : Tips Ternak Ayam Buras di Lahan Sempit

Dekat dengan Sumber Air

Ternak ayam petelur rumahan akan efektif jika lokasinya dekat dengan sumber air. Ada peternak yang sudah skala besar membangun sumur di lokasi ternaknya karena memang keberadaannya begitu penting untuk kelangsungan bisnis ayam petelur maupun jenis lainnya. Air tersebut digunakan untuk pembersihan kandang, pembersihan lingkungan ternak, dan juga untuk memberikan minuman pada ternak. Jika jauh dengan sumber air tentunya Anda akan kerepotan untuk mencari air dan membawanya ke lokasi peternakan.

Kandang yang Tepat

Untuk beternak skala rumahan diperlukan kandang yang tepat supaya ayam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik meski di halaman rumah yang sempit sekalipun. Kandang yang tepat adalah tipenya panggung sehingga alas kandang tidak langsung bersentuhan dengan tanah dan saat hujan tidak basah terkena air hujan. Kandang panggung juga akan memudahkan pembersihan kotoran sehingga tetap bersih dan steril.

Bertumpuk

Jika halaman rumah sempit ada baiknya kandang dibuat bertumpuk supaya bisa digunakan untuk memelihara banyak ayam. Caranya atap kandang dibuat rata agar memudakan dalam penumpukan. Tidak hanya itu saja, penumpukan kandang maksimal hanya 3 buah saja jangan terlalu tinggi.

Bibit 100 Ekor

Yang membedakan skala rumahan dan industri adalah jumlah bibit ayam petelur yang dibudidayakan. Banyak peternak pemula yang coba-coba dengan memelihara bibit kurang dari 100 ekor, seperti 50 atau 75 ekor. Padahal idealnya skala rumahan wajib 100 ekor. Mengapa begitu? karena biaya operasional bisa tertutupi jika bibitnya 100 ekor. Dari 100 ekor bibit tersebut tidak semuanya bisa dipanen dan bertahan hidup.

Vaksin

Khusus untuk ayam petelur membutuhkan vaksin karena bisa digunakan untuk melindunginya dari berbagai macam penyakit. Sama halnya dengan broiler, ayam petelur atau layer ini memiliki sistem imun yang rendah sehingga mudah terkena penyakit ringan sampai yang berbahaya.

Closed House

Karena berdekatan dengan rumah, ketika di lingkungan rumah sedang banyak flu, penyakit, maupun bakteri yang bertebaran, buatlah kandang menjadi closed house. Tujuannya supaya ayam di dalam kandang tidak terinfeksi. Pastikan juga saat akan memberi pakan atau membersihkan kandang kondisi tubuh steril agar kuman yang melekat di tubuh tidak menjangkiti atau menular ke ayam.

Baca Juga Tips Mendapatkan DOC Ayam Petelur Berkualitas

Setelah Anda melakukan beberapa cara ternak ayam petelur rumahan yang telah disebutkan di atas, perlu dilakukan evaluasi setiap bulan sekali untuk mengetahui apakah ayam petelur yang Anda ternakkan tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *